Showing posts with label Ricuh. Show all posts
Showing posts with label Ricuh. Show all posts

Monday, March 27, 2017

Dilempari Batu, Polisi Lepaskan Gas Air Mata ke Pendemo Gereja

Detik.com - Sejumlah orang demo di dekat lokasi pembangunan Gereja Santa Clara, Bekasi, Jawa Barat. Aksi ini diwarnai pelemparan barang dari massa.

Wednesday, November 23, 2016

Warga Keturunan Cina Disweeping Usai Demo 4 November

Tempo.co - Polisi masih menyelidiki  kericuhan yang terjadi di Jalan Gedong Panjang, Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara pada  Jumat malam  4 November 2016. Sebanyak 15 orang ditangkap karena diduga terlibat penjarahan minimarket.  "Kejadian penjarahan tadi malam murni kriminal. Mereka ingin manfaatkan situasi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, Sabtu, 5 November 2016.

Wednesday, October 12, 2016

Tak sengaja menyenggol, Iful dipukul polisi di Senen

Merdeka.com - Saiful Anwar alias Iful (26), kontributor salah satu stasiun televisi setelah dipukul polisi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (6/10) sore. Dia dipukuli karena tak sengaja menyenggol tangan seorang polisi yang kebetulan sedang berjaga di lokasi.

Wednesday, August 03, 2016

Amuk massa di Tanjung Balai, vihara dan kelenteng dibakar

Bbc.com - Tujuh orang terduga penjarah diperiksa terkait kerusuhan bermula dari permintaan seorang perempuan kepada seorang imam untuk mengecilkan pengeras suara mesjid, dalang dan pelaku masih dicari.

Thursday, June 02, 2016

Tidak Dapat Proyek, Kontraktor dan Warga Rusak 10 Kantor di Manokwari Selatan

Kompas.com - Sepuluh kantor Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), pemerintahan, di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, Rabu (25/5/2016), dirusak puluhan kontraktor lokal dan masyarakat.

Thursday, May 26, 2016

Seorang Kompol dan Belasan Sopir Truk Keroyok Dua Bintara Polisi

Kompas.com - Dua anggota bintara polisi, Briptu Damiyati dan Briptu Aries Lindianto babak belur dikeroyok belasan sopir truk dan seorang perwira Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Kompol Fahmi di Jl Ahmad Yani, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sunday, May 15, 2016

Demo Anarkistis HMI di KPK, Massa Serang Polisi dan Lempar Batu

Tempo.co - Unjuk rasa massa Himpunan Mahasiswa Islam di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi sudah selesai. Dari pantauan Tempo, akibat aksi demonstrasi anarkistis oleh massa HMI, kondisi muka gedung KPK berantakan. Tulisan "Komisi Pemberantasan Korupsi" dirusak demonstran dengan cara dipereteli dan disemprot cat.

Thursday, March 31, 2016

Kaca Mobil Dipecahkan, Penumpang Blue Bird Diancam dan Dipaksa Turun

Kompas.com - Sejumlah taksi Blue Bird yang melewati persimpangan Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/3/2016), tampak rusak. Taksi tak berpenumpang tersebut berjalan lambat di sisi kanan jalan.

Saturday, January 23, 2016

Dua Polisi Dikeroyok Oknum TNI AL

Okezone.com - Dua anggota Kepolisian Unit Lantas Polsek Bekasi Utara babakbelur dipukuli oleh oknum TNI Angkatan Laut di Gerbang Perumahan Prima Harapan, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (9/1/2016) sore.

Camat Tanah Abang Dipukuli Oknum Anggota Paspampres

Kompas.com - Camat Tanah Abang Hidayatulloh dan anggota Satpol PP Tanah Abang Mail Kurniawan dipukuli di kantornya, Senin (11/1/2016) pukul 23.45 WIB.

Monday, October 26, 2015

Pembakaran Rumah Ibadah yang Diduga Tak Berizin Picu Bentrok Warga di Aceh Singkil

Kompas.com - Bentrokan antarwarga terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Akibat bentrokan ini, seorang warga dikabarkan tewas, dan empat orang lainnya menderita luka-luka.

Friday, October 09, 2015

Puluhan Anggota Brimob Rusak Pos Polisi di Kupang

Kompas.com - Pos polisi Fatululi, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diserang dan dirusak puluhan anggota Brimob Polda NTT. Akibatnya, sejumlah kaca jendela, televisi dan telepon di dalam pos polisi itu hancur berantakan.

Wednesday, September 02, 2015

Situasi di Polewali Mandar Mencekam Usai Bentrok Oknum Polri vs TNI

Tribunnews.com - Situasi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kian mencekam menyusul bentrok antara oknum TNI dengan oknum Polri.

Peristiwa ini terjadi Minggu (30/8/2015) sore sekitar pukul 15.00 WITA di Arena sirkuit balap motor, kompleks Stadion S Mengga, Kabupen Polewali Mandar (Polman), Minggu (30/8/2015).

Akibat kejadian tersebut, salah seorang anggota TNI yang diketahui bernama Prada Yuliadi, anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 721 Makassar, tewas tertembak.

Meski sempat dilarikan ke RS, namun Prada Yuliadi tidak bisa terselamatkan karena diduga terkena dua tembakan.

Belum diketahui pasti motif peristiwa yang melibatkan bentrok antara Polisi dan TNI ini. Informasi yang diperoleh dari lokasi sirkuit balap motor, saat itu, korban Prada sedang menyaksikan final roadrace.

Andri yang juga saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, kejadian ini berawal saat seorang anggota Patmor dari satuan Sabhara yang belum diketahui identitasnya menegur salah satu penonton yang rupanya adalah anggota TNI.

Situasi sempat mereda, namun tiba-tiba sekitar 20 menit, ribuan penonton berhamburan saat mendengar suara tembakan sebanyak tiga kali.

Selain menewaskan seorang anggota TNI, peristiwa ini juga mengakibatkan salah satu anggota Polri yang diketahui bernama Bripda Ambo Siki babak belur dan mengalami luka di bagian wajah.

Saat kejadian, Kapolres Polman AKBP Agoeng Adi Koerniawan yang kebetulan berada di lokasi juga sempat terkena pukulan saat berupaya menghentikan pertikaian itu.

Sayangnya, saat kejadian, wartawan yang melakukan liputan tidak bisa berbuat banyak. Selain karena faktor keselamatan, situasi yang cukup mencekam menghambat wartawan untuk melakukan pengambilan gambar.

Bupati Polman, Sulbar, Andi Ibrahim Masdar, bersama Bupati Sidrap, Sulawesi Selatan, Rusdi Masse, terpaksa harus dievakuasi keluar dari arena sirkuit balap motor. Beruntung, saat kejadian, kedua orang nomor satu di daerahnya masing-masing tidak menjadi korban.

Keduanya dievakuasi melalui pintu samping dan dikawal ketat oleh para ajudan dan sejumlah panitia pelaksana event. Hingga kini, situasi di Kota Polewali Mandar masih mencekam.
...more

Thursday, July 23, 2015

Serbu markas Brimob, anggota TNI keroyok Brimob dan rusak motor

Merdeka.com - Situasi menegangkan sempat terjadi di Markas Brimob Simongan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Usai terjadi aksi kejar-kejaran antara anggota Brimob dan anggota Penerbang TNI AD (Penerbad) di jalan depan markas, ada satu anggota Tamtama Remaja Brimob mengendarai motor hendak mencari sahur menjadi korban pengeroyokan.

"Anggota tamtama Brimob itu ditanyai anggota Penerbad, kamu orang Brimob ya? Setelah mengangguk anggota Brimob tamtama itu langsung dikeroyok dan jadi bulan-bulanan ratusan anggota Penerbad di depan masjid At Tawab Markas Brimob Simongan," ungkap YK, saksi mata kepada merdeka.com di sekitar Mako Brimob Simongan Jalan Kumudasmoro, Kota Semarang, Jawa Tengah Minggu (11/7) siang.

Selain mengeroyok salah satu anggota Brimob, ratusan anggota Penerbad itu juga merusak sepeda motor matic warna hitam. "Motor milik anggota Brimob tamtama itu juga ikut dirusak," ungkap YK, warga Condro Kusumo RT 8 RW V, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Informasi yang dihimpun, para anggota TNI itu membawa senjata laras panjang. Beberapa orang juga membawa benda mirip pelontar mortir. "Beberapa warga juga sempat kebingungan melihat kejadian tersebut. Pakaiannya serba hitam. Dikira ada latihan," ungkap salah seorang warga lainnya.

Sebelum masuk ke Markas Brimob Simongan, terdengar beberapa tembakan ke udara. Beberapa lainnya sempat menodongkan senjata laras panjang ke sejumlah warga. Sejumlah warga memang ada yang sedang nongkrong di pos kampling, serta warga hendak sahur. Mereka kemudian bubar karena ketakutan.
...more

Friday, February 13, 2015

Dua Spanduk 'Menolak Syiah' Diduga Memicu Penyerangan Masjid Az-Zikra

Tribunnews.com - Dua spanduk yang dipasang di sekitar komplek Masjid Az-Zikra, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, diduga menjadi pemicu keributan antara sekelompok orang dengan petugas keamanan masjid tersebut.

Kapolsek Babakan Madang, AKP Pahyuni mengatakan, dua spanduk tersebut kini sudah diamankan di Kepolisian sebagai barang bukti.

Pahyuni mengatakan isi spanduk yang dipersoalkan adalah bertuliskan 'Kami warga pemukiman muslim bukit Az-Zikra Sentul menolak paham Syiah'.

"Puluhan orang yang datang kesini semalam menanyakan siapa yang memasang spanduk tersebut," ujar Pahyuni kepada Wartakotalive di komplek masjid Az-Zikra, Kamis (12/2/2015) siang.

Kapolsek menjelaskan, saat puluhan orang itu ditemui oleh salah satu scurity masjid bernama Faisal Salim (43). Massa mendesak Faisal menjelaskan siapa yang memasang spanduk tersebut.

"Tapi Faisal, tidak bisa menjelaskan sehingga massa emosi dan menganiaya korban hingga babak belur," ujarnya.

Pahyuni mengatakan, menurut keterangan dari sejumlah warga, spanduk itu dipasang sejak dua sampai tiga hari lalu. "Saya belum bisa mengatakan kalau yang datang ke masjid ini adalah kelompok Syiah, tapi malam itu mereka keberatan dengan isi spanduk yang bernada provokatif," katanya.

Untuk mengamankan komplek Masjid Az-Zikra sebanyak 100 personel gabungan ditempatkan di lokasi. "Ada dari Brimob,Polres Bogor, Polsek dan Satpol PP," katanya.
...more

Tuesday, February 10, 2015

TNI AL: Anggota Polri Tak Pegang Surat Tugas, Malah Menodong Pakai Pistol

Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir
Kompas.com - Pengeroyokan dua anggota Polri oleh anggota TNI AL yang sedang melaksanakan operasi penegakan ketertiban (Ops Gaktib) pada Jumat dini hari kemarin, disebut karena anggota Polri menantang personel TNI.

Bahkan, dua anggota Polri berinisial TA dari Jatanras Polda Metro Jaya dan perwira menengah Polri berinisial BH dikatakan sempat mengeluarkan senjata api.

"Mereka tidak mau menunjukkan identitasnya. Bahkan mengeluarkan pistol dan menodong," kata Kadispen TNI AL Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir kepada Kompas.com, Minggu (8/2/2015).

Manahan menuturkan, awalnya anggota TNI AL yang juga terdiri dari personel Propam mendapati beberapa anggota TNI dan Polri lainnya terjaring dalam operasi di Bengkel Cafe, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, jam 00.00 WIB.

Kemudian, di sebuah ruangan, didapati juga dua anggota Polri. Mereka pertama-tama dimintai kartu identitas oleh anggota TNI. Namun, ujar Manahan, TA dan BH tidak mau memberikan kartu identitas. [Baca: Penjelasan TNI AL Soal Pengeroyokan Dua Anggota Polri di Bengkel Cafe]

Setelah berkali-kali diminta, mereka berdua terlihat kesal dan mengeluarkan senjata api jenis pistol lalu menodongkannya kepada anggota TNI yang ada di sana. Merasa terancam, anggota TNI yang jumlahnya 48 orang dalam operasi tersebut memberikan perlawanan terhadap TA dan BH.

Mereka berdua tidak bisa melawan dan akhirnya terpaksa dibawa pergi oleh anggota TNI. Mereka pun dibawa ke markas POM TNI AL dan menunggu beberapa jam sampai seorang perwira Polri berpangkat kombes datang memberikan penjelasan.

Berdasarkan informasi dari anggota saat itu, jelas Manahan, TA dan BH tidak mengenakan seragam polisi dan tidak menunjukkan surat tugas. Dalam berita sebelumnya, TA dan BH disebut sedang melakukan tugas khusus dari Bareskrim Polri dan membawa surat tugas resmi.
...more

Thursday, December 18, 2014

Dipukul oleh Paspampres, Polisi Bantah Sespri Kapolda Metro Jaya Bawa Pistol

Kolonel Infanteri Maruli Simanjuntak
Kompas.com - Insiden pemukulan yang diduga dilakukan oleh salah satu anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) kepada anggota polisi disebut-sebut berlangsung panas. Bahkan, ada informasi yang beredar bahwa anggota polisi yang dipukul, yakni Inspektur Satu Reza Pahlevi, saat itu membawa senjata api jenis pistol.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian memastikan bahwa Reza yang juga sebagai sekretaris pribadi atau sespri Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol Unggung Cahyono tidak membawa pistol bahkan menggunakannya saat berkonflik.

"Tidak ada senjata. Iptu Reza juga tidak pernah membawa senjata," tutur Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Jumat (5/12/2014).

Rikwanto menambahkan, pemukulan tersebut diduga terjadi karena ada rasa tidak senang dari anggota Paspampres bernama Kolonel Maruli yang melihat Reza masih di dalam ruangan. Saat itu, selain kapolda dan kapolres yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo, mereka yang berada di dalam ruangan diminta untuk keluar karena akan ada arahan bersifat internal. Belum dapat dipastikan apakah yang memukul memang anggota Paspampres.

Meski demikian, Rikwanto mengatakan bahwa ciri-ciri dari si pemukul Reza memang mengindikasikan anggota Paspampres. "Yang mukul itu pakai baju safari. Yang menyaksikan juga banyak. Banyak saksi," tambah Rikwanto.
...more

Saturday, May 24, 2014

Puluhan Polisi Pukuli Suami Istri di Mapolda

Yudi Lewerissa (29) korban penganiayaan Anggota Sahabara Polda Maluku sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr Haulussy Ambon, Selasa (20/5/2014)
Kompas.com - Bukannya mengayomi dan melindungi masyarakat, puluhan anggota Sabhara Polda Maluku malah menganiaya pasangan suami istri, Yudi Lewerissa (29) dan Lenny Keliombar (28), warga Lateri, Kecamatan Baguala, Ambon, hingga babak belur.

Ironisnya, tindakan ini dilakukan di Markas Sabhara, Polda Maluku, di kawasan Tantui, Ambon. Akibat penganiayaan itu, Yudi Lewerissa sempat tak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haulussy, Ambon.

Kepada sejumlah wartawan, korban Lenny Keliombar menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (17/5/2014) malam saat dia dan suaminya hendak pulang ke rumahnya di kawasan Lateri.

Saat itu, mobil Toyota Avanza yang dikendarai suaminya bersenggolan dengan sepeda motor yang dikendarai salah satu oknum anggota Sabhara yang diketahui bernama Aipda JP.

"Saat itu, dia langsung mengeluarkan kata kotor kepada kami. Dia juga meludahi saya, tapi kami cuek saja. Namun, setelah mobil kami sampai di Galala, JP lalu menghalangi mobil kami dan langsung memukuli suami saya sehingga terjadi perkelahian antara suami saya dan JP. Namun, saat itu seorang anggota polisi melintas dan menyuruh kami menyelesaikan masalahnya di kantor polisi, dan kami pun ke sana," ungkap Lenny kepada sejumlah wartawan di RSUD dr Haulussy, Ambon, Selasa (20/5/2014) kemarin.

Dia bersama suaminya memutuskan pergi menuju kantor Sabhara karena ingin menyelesaikan persoalan yang menimpa mereka. Namun, sesampainya di sana, keduanya malah diancam dan dianiaya puluhan anggota polisi.

"Saat kita tiba, lampu di kantor semuanya mati, lalu ada yang teriak, 'bunuh mereka'. Saat lampu dinyalakan, saya lihat ada puluhan hingga ratusan polisi tiba-tiba menyerang kami dan langsung memukui dan menendang suami saya berulang kali. Kejadian itu berlangsung kurang lebih satu jam. Saya sendiri sempat berteriak kalau saya anak polisi, tapi saya juga dipukul di bagian mulut," ujarnya.

Tak hanya itu, mobil mereka juga dipukul dan dirusak sejumlah oknum anggota polisi lainnya. Bahkan, sepeda motor yang merupakan milik kakak korban, yang datang beberapa saat setelah kejadian penganiayaan itu terjadi, juga menjadi sasaran kemarahan anggota polisi yang mengamuk.

"Saya menelepon kakak saya yang juga anggota polisi saat dia datang dia langsung berusaha menenangkan situasi. Namun, dia juga diancam dan dikejar anggota Sabhara. Mereka berteriak kenapa takut sama dia, saat dia dikejar sepeda motornya dirusak juga," ungkapnya.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku AKBP Hasanudin Mukadar kepada Kompas.com Selasa sore membenarkan adanya insiden itu. Namun, dia enggan membeberkan detail permasalahan yang terjadi.

"Memang ada insiden itu, tapi saya tidak bisa memberikan keterangan. Sebaiknya, Anda langsung saja ke Propam karena itu sudah ditangani Propam Polda Maluku," kilah Hasanudin.
...more